Tips Mengurangi Stres

Tips mengurangi stres –  Semua orang pasti pernah mengalami stres.  Pasalnya sekarang ini banyak oang stres akibat tuntutan sosial yang semakin tinggi.  Stres  juga bisa di sebuat sebagai reaksi tubuh seseorang yang sedang merasa tidak aman dan terancam.  Selain itu stres juga bisa diidentifikasikan  sebagai gejala kejiwaan  seseorang dan membuat seseorang menjadi putus asa, sedih, gugup, marah, dan bersemangat.  Situasi tersebut bisa memicu respon tubuh yang berlebihan seperti  nafas yang tidak teratur dan detak jantung meningkat.  Respon ini bisa menyarang fisik juga mental seseorang. Bisa juga otot menjadi kaku dan tekanan darah meningkat.

Stres sering kali dipicu oleh tekanan batin, seperti masalah dalam keluarga, hubungan sosial, patah hati,   cinta tak berbalas, atau masalah keuangan. Selain itu, stres juga bisa dipicu oleh penyakit yang diderita. Memiliki anggota keluarga yang mudah mengalami stres, akan membuat orang tersebut juga lebih mudah mengalami stres. Setiap orang, termasuk anak-anak, pernah mengalami stres. Kondisi ini tidak selalu membawa efek buruk dan umumnya hanya bersifat sementara. Stres akan berakhir saat kondisi yang menyebabkan tekanan atau frustasi tersebut dilewati. Stres yang berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan fisik serta melemahkan daya tahan tubuh. Selain itu, stres juga dapat menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan dan sistem reproduksi. Orang yang mengalami stres secara berkepanjangan biasanya juga akan mengalami gangguan tidur.

Gejala yang muncul saat seseorang mengalami stres dapat berbeda-beda, tergantung penyebab dan cara menyikapinya. Gejala atau tkamustres dapat dibedakan menjadi:

  • Gejala emosi, misalnya mudah gusar, frustasi, suasana hati yang mudah berubah atau moody, sulit untuk menenangkan pikiran, rendah diri, serta merasa kesepian, tidak berguna, bingung, dan hilang kendali, hingga tampak bingung, menghindari orang lain, dan  depresi.
  • Gejala fisik, seperti lemas, pusing, migrain, sakit kepala yang menegang,  gangguan pencernaan (mual dan diare atau sembelit), nyeri otot, jantung berdebar, sering batuk pilek, gangguan tidur, hasrat seksual menurun, tubuh gemetar, telinga berdengung, kaki tangan terasa dingin dan berkeringat, atau mulut kering dan sulit menelan.  Stres yan dialami wanita  juga dapat menimbulkan keluhan atau gangguan menstruasi.
  • Gejala kognitif, contohnya sering lupa, sulit memusatkan perhatian, pesimis, memiliki pkamungan yang negatif, dan membuat keputusan yang tidak baik.
  • Gejala perilaku, misalnya tidak mau makan, menghindari tanggung jawab, serta menunjukkan sikap gugup seperti menggigit kuku atau berjalan bolak-balik, merokok, hingga mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

Masalah ekonomi atau beban pekerjaan yang berat, menjadi masalah yang sering dihadapi oleh seseorang seiring bertambahnya usia. Jika tidak diatasi, masalah tersebut bisa menimbulkan stres. Cara menghilangkan stres tiap orang bisa berbeda. Namun, ada berbagai cara menghilangkan stres yang bisa dilakukan dengan sederhana, tanpa menggunakan modal yang besar.

Langkah pertama mengatasi stres adalah dengan mengetahui apa yang menyebabkan stres, dalam hal ini Kamusendiri yang mengetahuinya. Setelah itu, tuliskan apa saja pemicu stres tersebut sehingga Kamudapat mengantisipasi langkah apa saja yang perlu Kamulakukan untuk mencegah atau melawan stres. Cobalah untuk mengikuti tips mengurangi stres beriikut ini.

Mengeluarkan semua unek-unek

Memendam perasaan, terutama perasaan yang mengganggu Kamu, bisa membuat Kamustres. Lebih baik utarakan semuanya agar Kamubisa melepas beban Kamu. Utarakan semua yang ada di benak kepada orang yang bersangkutan, orang yang Kamupercaya, atau psikolog. Percayalah, setelah mengeluarkan semua unek-unek itu, perasaan Kamupasti jauh lebih baik.

Lakukan beberapa hopi yang sempat kamu tinggalkan

Coba pikirkan apa saja kegiatan yang disukai? Apakah belanja, jalan-jalan di mal, karaoke, nonton film, berkebun, memasak, atau pergi ke taman bermain? Kamubisa melakukan apa saja yang bisa membuat tubuh dan pikiran menjadi rileks, namun kegiatan itu harus positif agar tidak menimbulkan masalah baru.

Menjalani kehidupan pada masa sekarang

Kamutidak perlu berkutat pada kehidupan masa lalu, terutama jika hal itu membuat Kamusedih. Hiduplah di masa sekarang. Lupakan pula ekspektasi negatif mengenai kehidupan di masa depan. Biarlah hidup mengalir apa adanya. Percayalah, jika Kamumenjalani masa sekarang dengan bahagia dan positif, maka itu akan berdampak pula kepada kehidupan masa depan Kamu.

Berenang atau berendam

mengambang di air memicu respons relaksasi tubuh, yang membantu menekan tingkat hormon pemicu stres. Penelitian tersebut membuktikan bahwa berenang mengurangi ketegangan dan rasa tertekan yang dialami anak-anak usia 11 hingga 13 tahun. Jika tak ada waktu untuk pergi ke kolam renang, berendamlah dalam bak kamar mandi, ditemani dengan lilin aromaterapi dan alunan musik lembut. Bisa juga dengan merendam kaki dalam air hangat yang dibubuhi minyak rempah atau aromaterapi. Penggunaan aromaterapi dapat menjadi cara menghilangkan stres yang mudah. Aroma tertentu, seperti lavender telah secara konsisten terbukti mengurangi tingkat stres yang dialami seseorang.

Mencari lingkungan yang mendukung

Cara menghilangkan stres yang berikutnya adalah dengan memilih lingkungan yang tepat dan bisa memberikan kamu dukungan positif. Lingkungan dan teman-teman di sekitar sangat berpengaruh bagi seseorang yang sedang stres. Jika Mama justru memilih sendirian, hal ini justru bisa membuat stres menjadi terasa semakin berat. Agar stres bisa mereda, carilah lingkungan sekitar yang benar-benar bisa mendukung Mama. Setidaknya cukup dengan bisa mendengarkan keluhan yang Mama rasakan. Bisa dengan Papa, saudara, ayah, ibu atau sahabat. Berbicara tatap muka dengan orang lain dan menceritakan masalah yang dialami dapat membantu proses pelepasan hormon pemicu stres.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *