Tempat Makan di Jogja

6 Tempat Makan di Jogja yang Patut Dikunjungi saat Berkunjung ke Jogja

Kota pendidikan yang tidak pernah mati. Kota yang menjadi kenang setiap pengunjung yang datang. Destinasi wisata yang banyak serta tempat makan di Jogja yang beragam membuat orang betah berlama-lama melancong di kota ini. 

Nah, kali ini, selain berkunjung ke tempat-tempat wisata, bagaimana kalau memanjakan perut dan mata dengan lezatnya hidangan khas yang menggoda, sekaligus menikamti pemandangan alam yang disuguhkan oleh tempat-tempat makan dibawah ini.

Ada banyak tempat makan di Jogja, namun makan yang terkenal dijogja adalah Gudeg. Makanan lagit dan gurih ini juga menjadi puruan para wisatawan. Tidak hanya  Gudeg, masih banyak tempat-tempat makan di Jogja yang menawarkan keunikan bagi para pengunjungnya.

Berikut  6  tempat Makan di Jogja yang patut dikunjungi.

1. D’Padukan Pie dan Resto, Kaliurang: Makanan Lucu dengan pemandangan yang indah.

Makanan pencuci mulut tidak hanya tampil lucu dengan warna-warni hiasan gula dan icing di atasnya. Selain imut dan molek, variasi rasa yang menggiurkan, seperti double cheesegreen tea, atau red velvet tentunya semakin menggoncang iman.

Tidak usah bingung pengunjung bisa menikmatinya di D’Padukan Pie & Resto! Terletak di Dusun Pakeman, Kaliurang, resto satu ini beruntung memiliki pemandangan alam indah khas pegunungan diiringi semilir angin segar yang menyejukkan. Dekorasi interior resto yang serba vintage juga menunjang suasana antik santap siang dan  pastinya, spot terbaik untuk aktifkan kamera.

 Menikmati makan siang dengan suguhan pemandangan persawahan yang membentang luas, menjadi daya tarik tersendiri.  Apalagi diteman pai lucu yang menambah kesan ceria. Harga yang ditawarkan juga lucu, tidak bikin nangis.

 

Baca juga cekini.com

Promo aqiqah merdeka

 

2. The Mangklung Cafe: Makanan di atas Awan 

Tempat Makan di Jogja

 

Cafe yang menarik pelanggan adalah cafe yang  memiliki suasana spesial. The Manglung Café adalah satu resto Gunung Kidul, Yogyakarta yang berhasil memadukan harmoni lezatnya hidangan dengan remang-remang senja penuh kemilau Bukit Bintang. Cafe ini membawa pelanggannya bak di atas awan. Pada malam hari akan muncul bintang-bintang yang berasal dari lampu-lampu penduduk. Sore hari senja sudah menunggu sembari menyatap hidangan pilihan.

The Manglung Cafe siap menemani mengukir momen kebersamaan yang tak terlupakan.Rantai dedaunan bentuk hati jadi spot paling tepat untuk pasangan yang mengabadikan momen senja khusus untuk berdua. Untuk yang jomblo jangan khawatir, siapa tahu Anda bisa selfie berdua di sini lain kali. Memandang Bukit Bintang dari ketinggian ditambah  indahnya rantai cahaya lampu kota, sungguh suasana yang paling cocok untuk wisata kuliner Anda. Menu tradisional bakmi hadir bersamaan dengan menu praktis seperti sandwich atau crepes dan aneka jus. Harga yang ditawarkan sesuai dengan kantong pelancong.

3. Warung Sawah Gondang Legi: menyantap hidangan lezat di Persawahan

Suasana pedesaan memang hiburan para pekerja yang lelah dengan rutinitas kota yang begitu-begitu saja. Warung ini memiliki daya tarik nuansa pedesaan dan itu terlihat dari bagunan warung. Tradisional tapi terkesan estetik. 

Terletak di pertengahan sawah membuat warung ini terlihat harmonis dengan alam. Walaupun desainnya terlihat tradisional dengan tata letak yang rapi juga taman yang asri membuat warung ini terlihat mewah. Apalagi saat datang malam hari, lampu oranye menambah kesan antik pada warung tersebut.

Pelayanannya yang super ramah, membuat pengunjung yang datangpun merasa senang. Inilah yang ditunggu-tunggu! pengunjung bisa memilih menu Nasi dan Sate Lilit plus Sambal KecombrangBebek Krispi, tak lupa Tropical Salad dan es pencuci mulut lainnya. Jangan tanya soal harga, harganya sesuai dengan paronama yang sudah disajikan.

 

4. Geblek Pari Nanggulan: menyatap kuliner lokal kulon progo

Geblek merupakan makan khas Kulon Progo yang terbuat dari tepung tapioka dicampur dengan bawang. Warnanya putih dan biasa disantap bersama kopi, teh, atau wedangan hangat lain. Makan yang disajikan ala-ala kampung seperti, sayur lodeh, mendoan, telur krispi, krupuk, dan nasi merah. 

Ada dua tempat indoor dan outdoor. Pemandangan di area outdoorlah yang menjadi daya tarik dari tempat makan yang satu ini. Perbukitan yang asri membuat pengunjung menambah momen dengan menaiki sepeda untuk sampai ketempat ini. Selain pemandangan perbukitan, ada juga kolam ikan dan pengunjung bebas memberikan makan ikan tersebut. Perabotan yang digunakanpun cukup tradisional yaitu piring yang terbuat dari seng dengan motif bunga-bunga warna merah. Harga yang ditawarkanpun cukup merakyat mulai dari 2000 sampai 20.000-an.

 

5. Ingkung kwali: menu istimewa di tempat istimewa

Pecinta ayam kampung harus coba Ingkung kwali. Berbeda ketika berkunjung ke resto di kawasan Bantul ini. Ingkung adalah metode memasak khas orang Jawa, khususnya Bantul. Menu ini sangat terkenal di kalangan pecinta kuliner Bantul.Varian dari ingkung ini pun beragam, mulai dari original, rica pedas, bakar manis, hingga goreng krispi. 

Pecinta sayur ada beberapa varian sayur seperti, Sayur uraposeng godong kates biasanya menjadi makanan pelengkap saat menyantap ingkung.Makanan ringan seperti kacang rebus dan kue berlapis daun pisang pun tak ketinggalan menjadi pencuci mulut. Selain hidangan ingkung yang khas, ada Bamboo Hall yang tampak luas dan biasanya digunakan untuk acara umum.

Yang membuat Ingkung kwali ini lebih unik adalah bangunan yang terdiri dari bambu ayaman dan terlihat begitu tradisional. Di bagian taman juga ditumbuhi pepohonan yang asri. Pemandangan yang indah ini di dukung dengan harga yang ciamik juga.

 

6. Waroeng Belik: menyatap kuliner di saung alam

Tempat makan tradisional kali ini datang dari Sleman, Jogja. Ciri khas tradisional masih terlihat dari papan selamat datang yang bertuliskan dari kapur. Pengunjung di bebaskan untuk meilih tempat duduk di pekarangan yang ada. Pekarang terbuka dengan rumput hijau yang menghiasi mata menghilangan penat perjalan. 

Selain itu juga berdiri saung-saung yang berdekat dengan kolam ikan. Sembari menunggu menu makan, pengunjung  bisa melakukan terapi kaki dengan ikan-ikan yang ada di kolam tersesebut. Soal menu, jangan khawatir. Bukan hanya menawarkan panorama cantik, Waroeng Belik juga menyajikan menu makanan rumah. Pengunjung  juga bisa menikmati sepiring nasi merah hangat. 

Tulisan pada menupun juga terlihat sangat tradisional yaitu dituliskan pada papan-papan dengan kapur. menu-menu yang disajikan seperti paket ayam gorengpisang goreng, dan mendoan.  Menu juaranya adalah mendoan. Ada kopi juga sebagai teman mendoan.

Tidak lengkap rasanya datang ke Belik tanpa mengabadikan spot-spot menarik di sana. Beberapa spot menarik untuk berfoto ada pekarangan bunga warna-warni, sepeda kuno, kereta kuda, hingga kolam kecil yang tampak segar memanjakan mata.

Tempat makan yang memiliki kenangan untuk pengunjungnya akan terkenang selalu dipikiran. Termasuk ke enam tempat makan tersebut. Jogja memang surganya tempat untuk mengabadikan momen, baik dengan keluarga, sahabat, kekasih, atau yang lainnya. Maka dari itu ke Jogja harus coba kulinernya, kalau tidak belum ke Jogja namanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.