Kuliah kedokteran Jogja

Jurusan yang satu ini memang sudah menjadi primadona semua orang apalagi orangtua.  Selain memiliki tempat atau pandangan yang jauh lebih baik di mata masyarakat, jurusan dokter memang sangat sulit diraih. Orang yang mampu mengambil jurusan ini biasanya  akan dianggap memiliki kepandaian yang lebih.  Terlepas dari itu semua apapun alasan kalian ingin menjadi dokter tidak masalah. Yang paling penting adalah ketika kalian sudah menjadi dokter harus mengamalkan segala ilmu kalian terhadap pasian yang menjadi tanggungjawab kalian.

Ilmu kedokteran dengan ilmu biologo di SMA berbeda lo,  Ilmu kedokteran adalah ilmu atau seni yang berkecimpung di dunia pemeliharaan  kesehatan, pencegahan, dan penatalaksana penyakit. Dari kata-kata “kesehatan” dan “penyakit”, kita dapat menyimpulkan bahwa ada faktor tertentu yang bisa dipengaruhi “kesehatan” dan “penyakit” ini, yaitu tubuh manusia. Dengan kata lain, Ilmu Kedokteran adalah ilmu yang mempelajari cara kerja tubuh manusia, kesetimbangannya, faktor-faktor yang dapat mengganggu fungsi dan kesetimbangan tersebut, serta cara mempertahankan dan mengembalikan ketidakseimbangan dan gangguan fungsi tersebut ke fungsi dan kesetimbangan yang normal.

Lalu skill apa saja yang harus dipersiapkan untuk  menjajaki kuliah kedokteran jogja? Banyak skill yang harus dikuasai sebelum kamu memutuskan untuk mengambil jurusan kedokteran. Untuk mendapatkan jurusan ini kalian harus berlomba-lomba dalam bidang akamdemik yang menyakut dengan jusan tersebut. Tak sedikit  orang yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan jurusan ini.  Berikut ini beberapa skil  yang musti diperhatikan dan dipersiapka ketika kalian ingin mengambil jurusan  kedokteran.

Hal pertama yang musti dipahami adalah penguatan pemahaman konsep yang kuat di biologi, kimia, fisika, dan kimia.  Memang tak sedikit  orang memiliki alasan bahwa memiliki nilai yang baik di salah satu bidang sudah cocok memilih  jurusan kedokteran. Belajar tentang tubuh manusia di tingkat kuliah kedokteran itu jauh berbeda dibandingkan belajar Biologi di SMP dan SMA. Di SMA, mungkin kamu akan merasa aman dan tenang, ketika  bisa sekadar menghafal nama-nama dan urutan tulang dengan benar. Di SMA, mungkin kamu masih bisa mendapat nilai bagus atau bahkan dapat ranking jika bisa menghafal fungsi dan penyakit Sistem Reproduksi Manusia tanpa memahami keterkaitannya dengan organ lain yang dipelajari di bab-bab sebelumnya. Di tingkat S1, ilmu ini berbeda sekali.  Ilmu Kedokteran tingkat perkuliahan jauh lebih terpadu dan fokus pada kesetimbangan tubuh. Kamu tidak cukup hanya mengenal, tapi kamu juga harus memahami fungsi dari benda-benda dan roda-roda mesin yang ada di dalam tubuh manusia beserta  interaksinya hingga dapat berfungsi dengan penuh. Ketika mempelajari penyakit yang menyerang suatu organ, kamu harus bisa mengkoneksikannya dengan kondisi organ-organ lain, bahkan menganalisisnya sampai tahap sel.

Setalah kamu paham hal aoa yang perlu disiapkan selanjutnya adalah kemampuan berpikir sistematis. Ilmu Kedokteran sangat fokus pada interaksi antar sel dan sistem organ tubuh. Tubuh manusia bisa dianalogikan sebagai suatu pabrik yang terbagi menjadi berbagai unit kerja. Tubuh manusia membentuk suatu alur yang dalam fungsi optimalnya dapat memberikan dan memasok segala macam zat yang diperlukan untuk menjalankan fungsi kehidupan. Di sisi lain, tubuh manusia juga dapat mengeluarkan segala zat sisa atau racun yang dihasilkan sistem kehidupan tersebut. Ketidakseimbangan antara keduanya menjadi salah satu penyebab dan gejala penyakit. Oleh karena itu, dalam memahami tubuh manusia secara keseluruhan, dibutuhkan skill untuk berpikir secara menyeluruh atau sistematis. Kita tidak bisa menganalisis suatu organ secara parsial atau terisolasi dari organ lainnya seperti pendekatan belajar pelajaran Biologi di SMA pada umumnya.

Bagaiman  sedikit berbeda dengan pelajaran biologi di SMA bukan? Memang ketika SMA kita membayangkan  pelajaran ini menyenangkan, namun setelah mauk kuliah kalian akan tahu bagaimana menghadapi kehidupan yang sebenarnya. Kalau kamu sudah membulatkan tekat untuk tetap mengambil jurusan kedokteran. Hal yang paling ideal dilakukan ketika  menjadi mahasiswa kedokteran adalah sebagai berikut.

Berpikir sigap dan sistematis

Quipperian yang pernah menonton film Sherlock Holmes tentu akrab dengan bagaimana Holmes mampu memvisualisasikan rencana serangan fisiknya. Bahkan saat beradu dengan seteru abadinya, Moriarty, mereka berdua seolah beradu rencana dahulu sebelum bertengkar dengan kenyataan. Jangan heran, perencanaan mendetil sistematis seperti  itu bahkan dalam tahap berpikir wajib hukumnya bagi mahasiswi/a kedokteran. Jika kalian belum tahu, Arthur Conan Doyle, penulis Sherlock Holmes sendiri adalah seorang dokter, karena itu sistematisasi praktiknya terlihat dalam pembawaan dan analisa Holmes. Lebih praktis dapat kita lihat bahwa di dalam kuliah sendiri materi kuliah selalu dipaparkan dalam judul “Sistem ….”, jadi jelas sebuah hapalan yang kuat belum tentu membantu teman-teman dalam mendiagnosa dan memulihkan keadaan pasien.

Berpengetahuan alam lengkap dan mendalam

Satu hal wajib lain bagi mahasiswi atau kedokteran adalah pengetahuan lengkap dan mendalam di bidang eksakta. Teman-teman Quipperian paling tidak harus kuat di bidang Biologi dan Kimia, karena dokter tidak hanya menangani tubuh pasien (Biologi) namun juga resep-resep dan reaksi kimia yang mungkin dan perlu terjadi untuk menyembuhkan pasien.

 Etos pelayanan yang kuat

Mencontoh Spiderman, Peter Parker adalah kombinasi etos yang kuat. Jika tidak menjadi pahlawan ia berkutat di laboratorium kimianya. Nah untuk kasus dokter, selain poin no. 2 terkait penguasaan ilmu dan pemahaman kasus, etos pelayanan wajib dimiliki seorang dokter. Karena teman-teman Quipperian bisa lihat untuk menjadi seorang dokter spesialis, langkah-langkah yang harus ditempuh melibatkan proses pelayanan tanpa henti. Praktik di puskesmas, rumah sakit daerah tertinggal, hingga praktik di Unit Gawat Darurat yang bisa mencapai 24 jam.

Menuju proses menjadi seorang dokter cukuplah panjang. Tidak hanya sekedar kuliah dan langsung selesai. Banyak praktek dan tes yang harus dijalani. Mulai dari masuk perkuliahan saja kita akan banyak menghadapi serangkain tes.  Selanjutnya  menuju program profesi, program ini  menepatkan dokter muda di rumah sakit-rumah sakit universitas untuk bekerja di bawah dokter umum.  Kemudian kalian akan menempuh uji sertifkat, magang, dan terakhir diresmikan sebagai dokter. Banyak sekalikan? Memang karena pekerjaan sebagai dokter ini menyangkut nyawa seseorang  kalau seorang dokter diresmikan secara asal-asalan maka akan membahayakan pasiennya.

Berbicara tentang kuliah kedokteran jogja, ada bebrapa kampus dijogja yang memiliki jurusan kedokteran. Kampus yang memilki jurusan kedokteran paling favorit adalah Universitas Gajah Mada. Tidak hanya UGM masih ada beberapa universitas lain yang memiliki jurusan kedokteran. Berikut beberapa kampus yang memilki jurusan kedokteran.

  • Universitas Gadjah Mada (UGM)
    Prodi Kedokteran
  • Universitas Islam Indonesia (UII)
    Prodi Kedokteran
  • Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
    Prodi Kedokteran
  • Universitas Kristen Duta Wacana
    Prodi Kedokteran

Keempat universtias tersebut adalah unversitas yang memiliki jurusan kedokteran terbaik di Jogja. Kapanpun jumlah universitas yang memililiki jurusan kedokteran terbaik masih mungkin untuk bertambah.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *