Cara Menambah Konsumen

Seorang pengusaha atau pebisnis  pastilah memiliki cara-cara untuk meningkatkan penjualan atau usahanya.  Salah satunya  adalah memiliki cara menambah konsumen dengan baik.  Pembeli dan konsumen itu berbeda. Pembeli adalah orang yang membeli barang di perusahan, toko, atau sebuah kantor. Konsumen adalah orang yang merasa pusa dengan pelayanan dan produk yang mereka beli ditempatmu.  Kita bisa melihat mutu konsumen kita dari perilakunya terhadap produk dan sebanyak apa mereka membeli. Beberapa orang yang bisa disebut sebaga konsumen adalah sebagai berikut.

  1. Mereka mengulang pembelian produk setiap saat membutuhkan lagi. Jumlah produk yang mereka beli secara kontinyu bertambah.
  2. Apabila penjualan di lakukan secara kredit, mereka membayar kredit itu sesuai dengan jadual pembayaran yang telah di setujui bersama.
  3. Apabila perjualan dilakukan secara konsinasi, mereka membayar produk yangberhasil di jual kembali sesuai dengan jumlah sebenarnya berlaku.
  4. Mereka memberi tahu manfaat produk yang mereka beli kepada orang atau instasi bagiperusahaan produsen kesediaan konsumen menceritakan manfaat produk mereka kepada orang lain merupakan sarana promosi penjualan yang sangat efektif dan murah.
  5. Mereka menganjurkan orang atau instansi lain membeli produk yang mereka beli.

Konsumen sendiri merupakan pihak yang menggunakan barang atau jasa yang ada di masyarakat, baik untuk kepentingan pribadi, orang lain, dan mahluk hidup lainnya dan tidak untuk dijual kembali. Semua konsumen merupakan pengguna akhir dari barang atau jasa yang kita jual.

Secara umum konsumen dapat dikenali dengan mudah, yaitu para pengguna suatu barang maupun jasa. Mengacu pada pengertian konsumen di atas, jenis konsumen adalah sebagai berikut, Konsumen Perorangan (Personal Consumer) adalah konsumen yang membeli atau memakai suatu produk (barang atau jasa) untuk keperluan diri sendiri. Personal consumer sering juga disebut dengan istilah end user. Contoh konsumen akhir; individu, keluarga. Kedua, Konsumen Organisasi (Organizational Consumer)  adalah konsumen yang membeli atau memakai suatu produk (barang atau jasa) untuk keperluan operasional organisasi tersebut. Misalnya perusahaan yang membeli bahan baku atau keperluan lain agar perusahaan dapat beroperasi. Contoh konsumen organisasi atau konsumen antara; distributor, agen, pengecer.

Untuk itu kita perlu tahu bagaimana perilaku seorang konsumen. Perilaku konsumen merupakan suatu tingkah laku atau bisa berupa suatu tindakan yang dilakukan  oleh konsumen (pembeli), yang mana tindakan tersebut merupakan suatu proses keputusan sebelum maupun sesudah mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk atau jasa yang akan digunakan oleh konsumen (pembeli). Biasanya pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan mudah apabila harga suatu barang rendah dan memiliki kualitas barang yang baik, sedangkan keputusan sulit (memerlukan pertimbangan) dilakukan apabila harga suatu barang tinggi. Dalam pasar yang semakin intensif tingkat persaingannya, tuntutan konsumen yang semakin tinggi dan sangat ingin diperlakukan secara khusus, pemahaman akan konsumen begitu tinggi. Untuk itu sangatlah dibutuhkan pengetahuan tentang perilaku konsumen demi memuaskan konsumen dan memenangkan persaingan. Pemahaman terhadap perilaku konsumen sangat bermanfaat untuk kepentingan penyusunan strategi dan bauran pemasaran. Melalui pemahaman terhadap psikografis konsumen dan juga perilaku penggunaan, pemasar dapat melakukan segmentasi berdasarkan variabel tersebut. Berdasarkan sikap konsumen, pemasar dapat menyusun strategi promosi, khususnya iklan secara tepat.

Lalu bagaimana cara menambah konsumen? Poin-poin dibawah ini akan membahas bagaimana menbah konsumen dengan  benar.

Melakukan sosialisasi dengan banyak orang

Semakin banyak orang yang Kamu temui maka makin besar harapan untuk memiliki konsumen. Sebab, biasanya masalah suka atau tidak sukanya konsumen terhadap produk tidak akan Kamu ketahui tanpa berbicara lebih dalam. Untuk mengatasinya Kamu bisa memulai berbicara dengan banyak orang dari satu pintu ke pintu yang lain. Pada saat bertemu, Kamu bisa menceritakan tentang keahlian yang dimiliki, hal menarik, hingga manfaat apa saja yang bisa didapatkan mereka.

Hal ini merupakan kunci keberhasilan dalam berbisnis, mengingat orang Indonesia biasanya sungkan untuk mengatakan tidak. Selain iya, biasanya mereka akan mengatakan “mungkin besok” sehingga Kamu masih memiliki kesempatan untuk bertemu dan meyakinkan kembali. Biasanya ketika mereka nyaman dan telah mengenal Kamu, calon konsumen itu akan terus menggunakan produk yang ditawarkan.

 

Memahami produk yang dijual atau merek

Dalam fase kesadaran, Kamu bertugas untuk menemukan orang-orang ini (orang-orang yang biasa disebut sebagai prospek). Dengan menemukannya, Kamu dapat memberi tahu mereka bahwa Kamu ada, siapa Kamu dan apa yang Kamu lakukan. Pada fase ini, Kamu hanya mencari prospek dengan tujuan mendapatkan beberapa prospek untuk mengemukakan pendapat dan mengungkapkan minat pada perusahaan, produk, layanan, atau topik terkait bisnis Kamu Setelah mengetahuinya, langkah selanjutnya adalah membuat konten yang menarik. Di saat ada seorang calon prospek yang mulai mengambil keputusan pembelian, maka disitulah Kamu telah memulai langkah pertama.

 

Menggunakan kecanggihan teknologi

Kehadiran teknologi kini telah memudahkan orang untuk melakukan banyak aktivitas. Mereka tidak perlu mengunjungi toko, tetapi sudah bisa membeli barang yang diinginkan. Selain itu, adanya perkembangan teknologi memudahkan orang untuk memesan kendaraan yang lebih terjangkau, tidak perlu pergi ke pangkalan atau menunggu terlalu lama.

Semakin canggih teknologi yang Kamu tawarkan, akan mengundang banyak konsumen untuk membeli produk. Terlebih lagi dengan produk yang membutuhkan registrasi terlebih dahulu. Mereka akan merasa lebih aman dengan sejumlah tingkat keamanan sehingga tidak takut untuk kehilangan privasi. Zaman ini juga menuntut pekerjaan yang lebih praktis dan efisien, sehingga jika bisa terjadi, hal itu merupakan nilai tambah bagi bisnis yang dijalankan.

Mempertimbangkan dengan matang

Di masa beberapa tahun kebelakang, prospek mendapatkan semua informasi akan sebuah produk atau jasa dari tenaga penjualan. Pada masa ini, internet yang akan membantu Kamu untuk memberikan informasi kepada prospek. Namun, hal ini bukan berarti bahwa Kamu tidak memiliki tanggung jawab untuk memberikan konsumen informasi akan bisnis Kamu. Berikanlah informasi terkait nilai-nilai tambah, beserta jawaban dari segala keraguan prospek yang belum bisa terjawab melalui internet. Fase pertimbangan bisa berlangsung selama seminggu, sebulan, atau bahkan bertahun-tahun. Itu semua tergantung pada Kamu, tindak lanjut Kamu, dan kebutuhan prospek.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *